Wichax’s cOmMuNiTy

July 19, 2008

Sensasi Minuman Dari Rosso

Filed under: Uncategorized — wichax @ 8:34 am

Cocktail B.16

Aneka minuman racikan yang lahir dari tangan dingin para bartender. Mulai dari yang klasik seperti margarita dan bloody mary, minuman eksotis seperti piña colada, tequila sunrise, dan long island ice tea, hingga kreasi-kreasi dengan resep khusus. Kesegaran Orange and Pear Fresca (campuran antara vodka, grapefruit, dan lychee) terasa tak hanya saat formula ini membasuh lidah dan kerongkongan, namun juga dari tampilannya yang mengetengahkan warna kuning khas buah jeruk segar. Lain lagi dengan formula cocktail B.69 (campuran antara Kahlua, Baileys, dan vodka rasa vanila) yang merupakan jenis flaming cocktail. Mintalah bartender untuk menyalakan api di cocktail dan langsung hirup minuman ini dalam-dalam. Sensasi rasa manis dan ringan menyatu dengan berbagai kesempurnaan citarasa cocktail membara yang disajikan di atas bongkahan es ini.

Cocktail Trilogi

Keunikan sajian cocktails di Rosso tidak hanya berhenti pada bentuk dan rasa, namun juga pada cara penyajiannya. Para bartender Rosso telah memperkenalkan tiga macam suguhan yang tergabung dalam satu formula cocktail. Sebut saja Blue Agave (campuran tequila, blue curacao, sirup aroma kelapa, lime juice, dan passion fruit), D’Violet (campuran vodka, crème de casis, lime juice, sirup aroma stroberi, dan blue curacao), atau Pink Flamingo (campuran gin, Brandy aroma apricot, granadine dan jus apel). Tiga minuman ini dapat dihadirkan dalam bentuk trilogi. Cocktail Trilogy di Rosso merupakan sajian unik di mana para tamu dapat merasakan satu formula dalam tiga jenis olahan yang berbeda: original (stirred), dingin (frozen), atau dengan busa (foamed). Dihidangkan dalam satu wadah yang mirip vas, tiga gelas dengan tangkai panjang yang berisi masing-masing olahan akan disajikan laksana bunga menawan. Sensasi masing-masing jenis olahan dengan satu formula ini mampu memberikan perbedaan rasa mendalam dan menciptakan mood yang lebih tenang.

PuddIng Banana

Filed under: Uncategorized — wichax @ 8:19 am
Bahan: 2 lembar daun suji 1 buah pisang kepok 150 gram tepung beras 150 gram tepung terigu 100 gram gula pasir Sirup khas Makassar (cap pisang ambon) Susu kental manis
Cara membuat:
  1. Rebus pisang kepok sampai matang.
  2. Daun suji ditumbuk, beri sedikit air lalu diperas (ambil warnanya)
  3. Campur tepung beras dan terigu salam air mendidih, aduk-aduk sampai mengental.
  4. Masukkan air suji, aduk rata lalu dinginkan.
  5. Ambil pisang kepok yang sudah direbus, kemudian masukkan dalam adonan di atas lalu bentuk seperti seperti pisang ambon. Kukus sampai matang.
  6. Untuk bubur sumsum: Tepung beras dan tepung terigu campur bersama gula pasir dan sedikit air, lalu aduk-aduk sampai mengental.
Cara menyajikan: Susun pisang ijo dan bubur sumsum dalam mangkuk/gelas tambahkan es batu, sirup khas Makassar dan susu kental manis.

Mengkudu Best For Healthy

Filed under: Uncategorized — wichax @ 8:08 am
Mengkudu berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 100 SM, penduduk Asia Tenggara
bermigrasi dan mendarat di kepulauan Polinesia, mereka hanya membawa tanaman dan
hewan yang dianggap penting untuk hidup di tempat baru. Tanaman-tanaman tersebut
memiliki banyak kegunaan, antara lain untuk bahan pakaian, bangunan, makanan dan
obat-obatan, lima jenis tanaman pangan bangsa Polinesia yaitu talas, sukun, pisang, ubi
rambat, dan tebu. Mengkudu yang dalam bahasa setempat disebut “Noni” adalah salah
satu jenis tanaman obat penting yang turut dibawa.
Bangsa Polinesia memanfaatkan “Noni” untuk mengobati berbagai jenis penyakit,
diantaranya: tumor, luka, penyakit kulit, gangguan pernapasan (termasuk asma), demam
dan penyakit usia lanjut. Pengetahuan tentang pengobatan menggunakan Mengkudu
diwariskan dari generasi ke generasi melalui nyanyian dan cerita rakyat. Tabib Polinesia,
yang disebut Kahuna adalah orang memegang peranan panting dalam dunia pengobatan
tradisional bangsa Polinesia dan selalu menggunakan Mengkudu dalam resep
pengobatannya.
Tahun Keterangan
100 M
Imigran dari Asia Tenggara tiba di Kep.
Polinesia dengan membawa bibit Mengkudu.
1849
Orang-orang Eropa menemukan zat pewarna
dari akar Mengkudu, yaitu Morindon dan
Morindin.
1860
Penggunaan Mengkudu untuk pengobatan
mulai ditulis dalam literatur Barat.
1950
Penemuan zat antibakteri pada buah
Mengkudu.
1960-1980
Riset-riset ilmiah dilakukan untuk membuktikan
bahwa Mengkudu dapat menurunkan tekanan
darah tinggi.
1972
Ahli biokimia, Dr. Ralph Heinicke mulai
melakukan penelitian tentang xeronine dan
Mengkudu.
1993
Penemuan zat anti kanker (damnacanthal) di
dalam buah Mengkudu.
Survei yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon terhadap 8000 pengguna sari buah
Mengkudu dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lainnya menunjukkan bahwa
sari buah Mengkudu membantu pemulihan sejumlah penyakit, antara lain : kanker,
penyakit jantung, gangguan pencernaan, diabetes, stroke, dan sejumlah penyakit lain yang
ditunjukkan pada tabel berikut.
Kondisi Jumlah Pasien % tertolong
1. Kanker 874 67
2. Sakit jantung 1058 80
3. Stroke 983 58
4. Diabetes, tipe 1&2 2434 83
5. Lesu 7 931 91
6. Peningkatan daya seksual 1545 88
7. Penguatan otot 709 71
8. Kegemukan (ohesitas) 2638 72
9. Tekanan darah tinggi 721 87
10. Perokok 447 58
11. Artritis 673 80

Cooking From Banana

Filed under: Uncategorized — wichax @ 7:56 am
Gara2 abis dapet lodeh jantung pisang dari asisten kakak, trus liat blog Mbak Nadrah yang ada masakan jantung pisangnya, gue jadi ngebet pengen masak jantung pisang. Ternyata cari jantung pisang di sby susah, 3 pasar gue sambangi saban hari gaada yang jual sampe satu ketika akhirnya gue dapet tuh jantung pisang *girang banget*, langsung gue perkosa abis tuh si “purple heart”. Karena ini pertama kalinya gue menghandle jantung pisang maka gue tuntasin bereksplorasi dan bereksperimen. Salah satunya, dengan menumis bunga pisang.
Iyah, bunganya ajah tanpa kelopak2nya, yang kata sebagian orang rasanya sepet. Tertantang dunk… lha bunga pisang yang ukuran bongsor nih justru jadi dagangan di bahan2 makanan kering dengan nama dried lily flower aliyas bunga “sedap malam” kering, mosok sih bunga2 yang rada bongsor kudu dibuang. Ternyata dengan sedikit perlakuan khusus, rasanya jadi uenaaakkk….! Tampangnya yang putih tak berdosa dan rasanya yang lembut bikin gue nambah nasi muluw deh.

Blog at WordPress.com.